Tantangan yang menjadi harapan
Rasanya seperti melihat air di tengah gurun pasir ketika saya melihat postingan FB seorang teman tentang tantangan menulis 30 hari. Yes!! Ini yang kutunggu-tunggu selama ini. Bukan hadiahnya, tapi tantangan menulisnya. Sudah lama saya ingin menerbitkan buku sendiri, tapi tak pernah terealisasi. Masalahnya cuma dua: Saya tidak konsisten menulis dan tidak fokus. Sulit mempertahankan ‘niat’ dan tetap fokus pada tujuan. Namun saya punya keunikan. Paling tidak unik menurut saya sendiri, hehe… Yakni saya suka hal-hal yang bersifat menantang seperti challenge menulis dan challenges lainnya. Saya orang yang harus ‘dipaksa’ kemudian diberi deadline . Dengan begitu saya akan berusaha sekuat tenaga dan meluangkan waktu untuk menyelesaikannya. Dulu saya pernah mengikuti kelas dasar menulis online . Gurunya seorang penulis terkenal yang sudah mencetak banyak penulis baru, salah satunya teman saya. Dia sukses menerbitkan beberapa buku. Tujuan saya mengikuti kelas itu bukan untuk b...